Wisata Rumah Mak Itam Museum Kereta Api Sawahlunto

Kereta Lokomotif Mak Itam
Kereta Lokomotif Mak Itam
Kereta Lokomotif Mak Itam

Wisata sejarah, kali ini itulah tema yang akan dibahas. Memang di tanah air Indonesia ini mempunyai cerita sejarah yang panjang, tepatnya sebelum menjadi negara merdeka. Dan Mak Itam menjadi salah satunya. Jika Anda penasaran, baca hingga selesai. Dari bangunan yang merupakan bekas masa penjajahan dijadikan sebagai museum, dan direnovasi, hingga sekarang dapat menjadi museum bagi kepentingan masyarakat dan wisata juga. Anda mungkin ingin mengenang masa dahulu yang masih susah dalam membangun tanah air seperti yang sekarang ini. Di Sumatera Barat, khususnya di kota Sawahlunto, dahulu merupakan tempat untuk menambang batu bara. Di mana kala itu batu bara memang merupakan kelebihan dari kota Sawahlunto, pada masa lalu. Mari baca selengkapnya.

Batu Bara Bahan Bakar Kereta Api

Itulah fungsi batu bara kala itu. Di mana kereta api juga benar-benar terkenal pada kota ini saat masa lalu. Karena itu pula, sekarang ada museum kereta api di kota ini. Jika Anda lihat, maka museum yang ada nampak seperti sebuah stasiun tua, dan stasiun tersebut sudah direnovasi di bagian-bagian unik. Anda bisa melihat beberapa model dari kereta api tua yang tak pernah dipakai lagi. Kereta api tua tersebut masih menggunakan bahan bakar berupa batu bara, dan Anda dapat melihatnya pada bagian depan dari kereta api, di mana ada tungku untuk pembakaran bahan bakar. Mungkin Anda pernah melihatnya di film-film juga sebelumnya.

Akses

Jika Anda hendak berkunjung ke museum ini, maka berikut akses lokasinya. Anggap Anda sudah berlokasi di Padang, membutuhkan waktu kurang lebih 2,5 jam. Dengan menggunakan mobil, maka jarak dari Padang menuju kota Sawahlunto adalah 90 kilometer. Tetapi sesungguhnya, selain menggunakan kendaraan pribadi, Anda juga dapat menggunakan kereta api, yang mengakses stasiun Sawahlunto tersebut. Di mana stasiun tersebut juga menjadi museum.

Namun hanya hari Minggu Anda bisa berangkat mulai dari Padang menuju Padang Panjang, pada jam 8 pagi, waktu tempuh 1,5 jam. Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Sawahlunto, waktu tempuh 3 jam. Sebab kereta api yang digunakan termasuk jenis kereta api yang tua, jadi Anda harap maklum jika waktu yang dibutuhkan pun lebih lama. Jika Anda hendak berwisata dengan menaiki kereta api tua tersebut memang harganya cukup tinggi, untuk kelas ekonomi Rp 25.000,00 dan untuk eksekutif Rp 50.000,00. Apabila Anda telah tiba di Museum Sawahlunto, maka apa yang dapat Anda lakukan berikutnya? Anda harus sudah menyiapkan uang tiket masuk. Tetapi tenang, karena harga tiket masuknya tidaklah mahal, hanya Rp 3.000,00 saja, jangan lupa membawa kamera juga untuk memotret-motret. Rp 3.000,00 itu harga tiket untuk umum, tetapi jika Anda pelajar maka dengan Anda membawa atribut pelajar, Andapun akan mendapatkan diskon Rp 2.000,00 jadi cukup membayar Rp 1.000,00 saja.

Penginapan di Sawahlunto

Jangan khawatir, karena Anda dapat menemukan hotel berbintang, yang dibangun pemerintah tahun 2011. Hotel tersebut diberi nama Parai Garden City. Ada cukup banyak kamar, untuk tarif paling murah Rp 300.000,00 / hari. Mungkin sudah ada perubahan pada tarif. Hotel ini adalah hotel berbintang yang bisa Anda temukan di Sawahlunto, dengan menginap di hotel ini maka Anda bisa jalan-jalan di sekitar Sawahlunto dengan lebih leluasa. Sekian artikel tentang wisata Rumah Mak Itam museum kereta api Sawahlunto, selamat berlibur.

    Leave Your Comment Here